Menyatu dengan Petani Kopi, Sosok Humanis Pak Manurung di Ulu Belu

Menyatu dengan Petani Kopi, Sosok Humanis Pak Manurung di Ulu Belu

Tanggamus, WartaKarya - Sosok polisi yang hadir dekat dan mengayomi masyarakat nyata terlihat di wilayah Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Ia adalah Marnangkok Manurung, anggota Polsek Pulau Panggung yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah tersebut.

Di tengah masyarakat, pria yang akrab disapa “Pak Manurung” itu dikenal bukan hanya sebagai aparat kepolisian, tetapi juga sahabat warga yang selalu hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Sebagai Bhabinkamtibmas, Marnangkok Manurung tidak menjaga jarak dengan masyarakat binaannya. Ia justru dikenal luwes, akrab, dan membaur dengan warga, khususnya para petani kopi yang menjadi mayoritas mata pencaharian masyarakat Kecamatan Ulu Belu.

Pak Manurung kerap terlihat turun langsung ke ladang, kebun kopi, hingga pemukiman warga. Ia duduk bersama para petani, mendengarkan keluhan, berdiskusi, hingga memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi warga setempat, kehadiran Pak Manurung memberikan rasa aman sekaligus kedekatan emosional. Sosoknya dinilai bukan sekadar petugas yang datang menjalankan tugas, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Setiap ada kegiatan warga, baik kegiatan sosial, keagamaan, maupun aktivitas pertanian, Pak Manurung hampir selalu hadir. Kehadirannya menjadi simbol pendekatan humanis kepolisian dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

Kedekatan tersebut turut menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Ulu Belu. Warga pun mengapresiasi cara pendekatan yang dilakukan Pak Manurung dalam menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas.

Menurut masyarakat, sikap rendah hati dan kepedulian yang ditunjukkan Marnangkok Manurung menjadi contoh nyata bagaimana aparat kepolisian seharusnya hadir di tengah masyarakat: mengenal warga binaan, mendengarkan kebutuhan mereka, dan melayani dengan hati.

Kinerja yang ditunjukkan Pak Manurung juga dinilai menjadi bukti keberhasilan pendekatan polisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat, khususnya bagi para petani kopi yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah di wilayah Ulu Belu. **(Saripudin)