- by Redaksi 2
- 06 April 2026
Halal Bihalal Duren Seribu, Wali Kota Sampaikan Program
Depok, WartaKarya - Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama Ketua PKK Kota Depok, Cing Ikah, menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Ketua PKK Kota Depok Cing Ikah, Hj Qonita Lutfiah, anggota DPRD Kota Depok, Camat Bojongsari Suryana Yusup, Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani, LPM, RT, RW, para kepala sekolah di wilayah Duren Seribu, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Bojongsari sekaligus mantan Lurah Duren Seribu Kiki Mutakin, serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin, baik atas nama Pemerintah Kota Depok maupun pribadi.
Ia juga mengakui, selama kurang lebih satu tahun menjabat sejak dilantik pada 20 Februari 2025, masih banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami mohon maaf apabila dalam perjalanan pemerintahan masih banyak kekurangan dan belum bisa memenuhi seluruh harapan masyarakat,” ujarnya di Aula Kelurahan Duren Seribu.
Namun demikian, ia optimistis dengan dukungan RT, RW, LPM, dan seluruh elemen masyarakat, berbagai cita-cita untuk mewujudkan kebahagiaan warga Depok dapat tercapai.
Menurutnya, tugas utama pemerintah adalah memastikan masyarakat hidup bahagia. Hal tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.
Pada sektor pendidikan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas generasi melalui program sekolah gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Harapannya tidak ada lagi anak yang tidak sekolah karena alasan biaya. Termasuk pondok pesantren yang juga memfasilitasi pendidikan gratis,” katanya.
Di bidang kesehatan, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas sebagai upaya deteksi dini penyakit.
“Kesehatan adalah kunci kebahagiaan. Kalau sehat, kita bisa beraktivitas dengan lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, dalam aspek ekonomi, Pemkot Depok berupaya meringankan beban masyarakat melalui kebijakan pembebasan NJOP di bawah Rp200 juta serta alokasi dana Rp300 juta per RW.
Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan, seperti perbaikan jalan, saluran air, dan kegiatan masyarakat.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terus didorong dan dapat dipadukan dengan kegiatan posyandu guna menekan angka stunting.
Supian Suri juga menyoroti penanganan sampah di Kota Depok, khususnya di TPA Cipayung yang saat ini ketinggiannya telah mencapai sekitar 30 meter.
Ia menyebut, salah satu solusi yang dilakukan adalah melalui program “Ember Biru” untuk memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya.
“Jika sampah bisa dipilah, kita bisa mengurangi hingga 50 persen volume sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Depok juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik, serta mengolah sisa sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai pengganti batu bara di industri semen.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan masyarakat dalam mengurangi sampah dari hulu.
“Mudah-mudahan upaya ini bisa menjadi solusi besar dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Depok,” tutupnya. **(Dib)
