- by Redaksi 2
- 02 Februari 2026
Mahasiswa UID Gelar Isra Miraj di Duren Seribu
Depok, WartaKarya - Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Islam Depok (UID) menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (31/1/2026) di halaman PAUD Cempaka RT 05/08, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.
Pembina PAUD Cempaka, Amrulloh, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UID yang dilaksanakan selama satu bulan di RW 08 Duren Seribu. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UID bekerja sama dengan Karang Taruna Ranting Duren Seribu.
“Kegiatan Isra Mikraj ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa selama KKN di lingkungan RW 08,” ujar Amrulloh.
Acara tersebut dihadiri Ketua RW 08 Hasanudin yang akrab disapa Obos, staf Kelurahan Duren Seribu yang mewakili lurah, Ahmad Sabani Mundari Karya, tokoh masyarakat, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU), serta unsur masyarakat setempat.
Sebagai penceramah hadir Ustadz Aditya Nurpratama, S.H.I, penyuluh Kementerian Agama Kota Depok. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan keteladanan kepada anak, termasuk ketegasan dalam membimbing anak membaca dan menulis Al-Qur’an, mengikuti kegiatan TPQ, serta melaksanakan salat. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan tim hadroh dari Pondok Pesantren Daarul Rahman 3.
Amrulloh yang juga guru SDN Duren Seribu 01 menambahkan, warga sangat mendukung kegiatan KKN mahasiswa UID karena dinilai membawa banyak manfaat bagi lingkungan. Selain kegiatan keagamaan, mahasiswa juga terlibat dalam pengajaran mengaji bagi ibu-ibu, mengajar di TPA dan PAUD, serta memfasilitasi pembuatan sertifikat halal bagi pelaku usaha kecil.
Ia berharap kegiatan peringatan Isra Mikraj dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan mampu mempererat kekompakan pemuda di RW 08 dalam kegiatan positif bersama Karang Taruna yang diketuai Faras Hasyim.
Sementara itu, Ketua RW 08 Hasanudin menilai program KKN UID sangat bermanfaat bagi warga. Namun, ia menyayangkan durasi KKN yang hanya berlangsung satu bulan. “Kalau bisa KKN dilaksanakan lebih lama, misalnya tiga bulan, agar dampaknya lebih terasa,” ujarnya. **(Dib)
