DLH Bekasi Telusuri Bau Menyengat Kali Jakamulya

DLH Bekasi Telusuri Bau Menyengat Kali Jakamulya

Kota Bekasi, WartaKarya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial Instagram @infobekasi terkait bau menyengat dari aliran Kali Jakamulya di wilayah Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (7/1/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kota Bekasi langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), UPTD Laboratorium Lingkungan, UPTD Kebersihan Bekasi Selatan, serta Pasukan Katak untuk menelusuri sumber bau dan dugaan pencemaran di sepanjang saluran air.

Guna mengoptimalkan proses identifikasi, tim dibagi menjadi dua titik lokasi, yakni wilayah Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih sebagai bagian hulu saluran, serta Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan sebagai bagian hilir saluran.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan penelusuran dilakukan untuk memastikan sumber pencemaran serta mengidentifikasi kemungkinan adanya pembuangan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan pengukuran parameter kualitas air secara in situ, diperoleh hasil sebagai berikut: Dissolved Oxygen (DO): 0,5 mg/L, Klorin: 1,81 ppm, pH: 7,11, Daya Hantar Listrik (DHL): 612,5 µS.

“Hasil pengukuran menunjukkan adanya parameter yang melebihi baku mutu lingkungan, khususnya kadar DO yang seharusnya minimal 4 mg/L serta kadar klorin maksimal 0,03 ppm sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021,” jelas Kiswatiningsih.

Pengambilan sampel air dilakukan di Kali Citra, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, yang merupakan aliran lanjutan dari wilayah Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Berdasarkan pengamatan visual, kondisi air di wilayah Jatirasa telah kembali relatif jernih meskipun masih tercium bau. Sementara itu, cemaran terakumulasi di Kali Citra wilayah Jakasetia dan diperkirakan telah berlangsung sekitar dua hari.

“Petugas melakukan penelusuran aliran drainase, pemantauan visual, serta pengambilan sampel air sebagai bentuk respons cepat DLH Kota Bekasi terhadap keluhan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, DLH Kota Bekasi juga berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat untuk memperkuat pengawasan dan mengantisipasi dampak pencemaran terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan sekitar.

DLH Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berperan aktif melaporkan setiap indikasi pencemaran lingkungan melalui kanal pengaduan resmi DLH Kota Bekasi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“DLH Kota Bekasi berkomitmen menjaga kualitas lingkungan hidup dan memastikan tidak ada aktivitas yang merugikan ekosistem maupun mengganggu kenyamanan warga,” pungkasnya. **(Jim)

 

LOWONGAN WARTAWAN

Popular News