PSN Ciganjur Temukan Tujuh Titik Jentik

PSN Ciganjur Temukan Tujuh Titik Jentik

Jakarta Selatan, WartaKarya - Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, bersama kader Jumantik dan petugas Puskesmas melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam program Jumat Bersih di lingkungan RT 10 RW 01, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang digelar pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tersebut bertujuan menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah rumah tangga.

Koordinator Jumantik RW 01, Asiyah, melaporkan hasil pemeriksaan terhadap 80 rumah warga menemukan tujuh titik yang positif terdapat jentik nyamuk.

“Angka Bebas Jentik (ABJ) saat ini mencapai 91,25 persen. Kami akan terus mengajak warga menjadi Jumantik mandiri di rumah masing-masing agar sarang jentik dapat dipantau dan diberantas sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu Kelurahan Ciganjur, drg. Heny Nurwin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PSN yang dinilai berjalan baik dan mendapat dukungan masyarakat.

“Hasil kegiatan cukup baik. Semoga warga terus menjaga kebersihan lingkungan melalui PSN mandiri dan tidak hanya mengandalkan kader Jumantik,” katanya.

Menurut Heny, kegiatan PSN perlu terus digalakkan agar lingkungan tetap bersih dan risiko penyebaran DBD dapat ditekan.

Ia juga menjelaskan bahwa fogging telah dilakukan di wilayah RW 01 setelah ditemukan sejumlah kasus DBD dan berdasarkan hasil koordinasi dengan pengurus RT setempat.

Sementara itu, Lurah Ciganjur, Saifullah Waliulu, mengatakan kondisi wilayah pasca Iduladha tetap kondusif dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di seluruh RW berjalan lancar.

“Alhamdulillah jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dan daging kurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Terkait kegiatan PSN, Saifullah mengungkapkan hasil pemantauan di RW 01 menemukan beberapa titik positif jentik nyamuk sehingga upaya pencegahan harus terus ditingkatkan.

“Saya memberikan apresiasi kepada kader Jumantik yang telah teliti dalam melakukan pemeriksaan sehingga potensi penyebaran DBD dapat diketahui lebih awal,” katanya.

Menurutnya, kegiatan Geruduk Jentik dan PSN akan terus dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Selain itu, pihak kelurahan juga terus melakukan sosialisasi terkait penerapan pemilahan sampah sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2026.

“Kami mendorong warga mengolah sampah organik menjadi kompos dan mulai memilah sampah dari rumah tangga. Saat ini Kelurahan Ciganjur memiliki 64 RT dan enam RW yang terus kami edukasi agar siap menjalankan kebijakan tersebut,” jelasnya.

Ketua RW 01, Hasyim Asari, menyampaikan apresiasi kepada kader Jumantik dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan DBD di wilayahnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Terima kasih kepada kader Jumantik yang telah membantu melakukan pemantauan jentik nyamuk. Semoga upaya ini dapat menekan penyebaran kasus DBD di lingkungan masyarakat,” ujarnya. **(Hel)

low 7 13/4

Popular News