- by Redaksi 2
- 06 Mei 2026
547 Kg Ikan Sapu-Sapu Dibersihkan di Setu Babakan
Jakarta Selatan, WartaKarya - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) memberantas 547 kilogram ikan sapu-sapu di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Selasa (5/5/2026).
Selain pembersihan ikan sapu-sapu, kegiatan juga diisi dengan penebaran 10.000 benih ikan tawes dan nilem di Danau Setu Babakan, serta penyerahan bantuan sembako kepada 100 PJLP di kawasan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar, Wakil Wali Kota Ali Murthadho, Ketua TP PKK Diah Anwar, serta Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arianto Condrowibowo.
M Anwar mengatakan, pembersihan ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mengingat ikan sapu-sapu dapat merusak populasi ikan lokal.
“Danau Setu Babakan merupakan hulu Jakarta. Jika hulunya bersih, maka hilirnya juga akan berdampak baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pembersihan serupa dengan total mencapai 5,3 ton di Setu Babakan dan sekitar 11 ton di wilayah Jakarta Selatan.
Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu mengganggu ekosistem karena memakan telur ikan lokal. Oleh karena itu, pengendalian populasi perlu terus dilakukan.
Komandan Seskoal Arianto Condrowibowo menegaskan pihaknya turut berperan dalam menjaga lingkungan, termasuk di kawasan Setu Babakan yang merupakan cagar budaya Betawi.
“Ini adalah ikon Jakarta Selatan yang harus dijaga, baik dari sisi budaya maupun ekosistemnya,” katanya.
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung, menyampaikan pihaknya juga akan melakukan pengerukan Kali Setu Babakan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Menurutnya, pengerukan terakhir dilakukan pada 2022–2023 dan tahun ini kembali dilaksanakan, termasuk di sejumlah titik lain seperti Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Krukut, Pulo, dan Mampang.
“Kami terus mengantisipasi kondisi cuaca pancaroba dengan memastikan saluran air tetap optimal,” ujarnya. **(Hel)
