- by Redaksi 2
- 25 April 2026
PSN Ciganjur Capai ABJ 93,75 Persen
Jakarta Selatan, WartaKarya - Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program Jumat Bersih di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, mencatat angka bebas jentik (ABJ) sebesar 93,75 persen pada pekan keempat pelaksanaan.
Kegiatan yang rutin dilakukan setiap minggu ini melibatkan kader jumantik dan petugas Puskesmas. Berdasarkan hasil pemeriksaan di puluhan rumah dan bangunan, tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan tersebut.
Ketua Koordinator Jumantik RW 05, Suherni, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama para kader dan partisipasi warga.
“Angka bebas jentik mencapai 93,75 persen. Kami akan terus meningkatkan kegiatan pemeriksaan sarang nyamuk dan mengajak warga menjadi jumantik mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 05, Kasingun, mengapresiasi dukungan pemerintah kelurahan serta seluruh unsur masyarakat dalam pelaksanaan PSN. Ia menilai kegiatan ini efektif menekan kasus DBD melalui kegiatan rutin seperti grebek jentik.
Namun, ia juga menyoroti persoalan pengangkutan sampah rumah tangga yang belum optimal, sehingga menimbulkan keresahan warga.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah terkait pengangkutan sampah ke Bantar Gebang, karena masih banyak sampah yang belum terangkut,” katanya.
Dokter Puskesmas, Eko Firdaus, menyebut capaian ABJ 93,75 persen sudah baik, meski masih di bawah standar ideal 95 persen.
“Yang penting tidak ditemukan jentik. Semangat dan kekompakan kader jumantik perlu dipertahankan, serta terus ditingkatkan pengetahuannya terkait DBD,” ujarnya.
Kasie Kesra Kelurahan Ciganjur, Evi Nurlela, menambahkan kegiatan PSN berjalan baik dan perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui kerja bakti dan edukasi masyarakat.
“Upaya tambahan perlu dilakukan agar kasus DBD tidak meningkat. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting,” katanya.
Sementara itu, Kasie Ekbang Kelurahan Ciganjur, Sukini, menjelaskan keterlambatan pengangkutan sampah disebabkan antrean truk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Ia mengimbau warga untuk memilah sampah rumah tangga guna mengurangi bau dan penumpukan, serta menyebut sekitar 140 rumah di RW 05 telah menerapkan pemilahan sampah.
Kegiatan PSN ini diharapkan mampu menekan potensi penyebaran DBD sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. **(Hel)
