- by Redaksi 2
- 21 Februari 2026
Setahun Kinerja, Gubernur DKI Dialog Warga
Jakarta Selatan, WartaKarya - Pramono Anung bersama Rano Karno menggelar dialog interaktif dengan warga dalam rangka setahun masa kepemimpinan mereka, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Taman Bendera Pusaka di Jalan Mahakam, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru.
Dialog dihadiri berbagai unsur masyarakat, termasuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), KJMU, JakLingko, hingga penerima bantuan Baznas Bazis untuk penebusan ijazah.
Dalam kesempatan itu, Rano Karno memaparkan capaian sektor transportasi. Ia menyebut, penataan tarif Transjakarta kini diberlakukan Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 setelahnya, dengan sejumlah golongan tetap mendapatkan layanan gratis.
Menurutnya, rute TransJabodetabek P11 Blok M–Bogor menjadi salah satu favorit dengan jumlah penumpang mencapai 8.500 orang per hari. Ia juga menyebut Jakarta kini menempati peringkat ke-17 kota dengan infrastruktur transportasi terbaik di dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.
“Perubahan sistem transportasi membuat masyarakat semakin gemar menggunakan angkutan umum,” ujarnya.
Rano juga menyoroti peningkatan literasi warga melalui optimalisasi fasilitas perpustakaan, termasuk Perpustakaan HB Jassin yang kini ramai dikunjungi hingga 6.000 orang pada pekan pertama pembukaan setiap bulannya.
Sementara itu, Pramono Anung menegaskan pentingnya pengambilan keputusan langsung di lapangan. Ia mencontohkan penanganan kemacetan di Jalan TB Simatupang yang disebutnya “horor”.
“Saya cek langsung tanpa pengawalan. Setelah berdiskusi dengan jajaran terkait dan mengambil keputusan di lapangan, dalam tiga bulan kemacetan bisa terurai,” katanya.
Selain transportasi, Pemprov DKI juga menggencarkan program sosial dan pendidikan, seperti pemutihan ijazah bagi siswa yang tertahan akibat tunggakan biaya. Program ini bekerja sama dengan Baznas Bazis dan telah membantu hampir 6.000 siswa.
“Kami ingin memutus mata rantai ketidakberuntungan. Anak-anak harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan,” tegas Pramono.
Ia menambahkan, program daycare, KJP, KJMU, serta kebijakan di bidang kesehatan dan sosial menjadi prioritas yang tidak boleh dikurangi meski terjadi penyesuaian anggaran.
Dalam dialog tersebut, Ahmad, salah satu penerima bantuan penebusan ijazah, mengaku bersyukur karena kini dapat meningkatkan peluang kariernya. Sementara Bagas Dwi Setyawan dari KPOTI DKI Jakarta berharap permainan tradisional mendapat dukungan lebih luas agar tidak punah.
Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan komitmennya memasukkan muatan lokal seperti pencak silat dan permainan tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Kegiatan ditutup dengan peresmian Taman Bendera Pusaka yang diharapkan menjadi ruang publik baru bagi warga Kebayoran Baru. **(Hel)
