Sudinhub Tangani Kemacetan Jembatan BKT Rorotan

Sudinhub Tangani Kemacetan Jembatan BKT Rorotan

Jakarta Utara, WartaKarya - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara melakukan sejumlah langkah penanganan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jembatan BKT Rorotan, Selasa (3/2/2026). Kemacetan dipicu meningkatnya volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kepala Sudinhub Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana, mengatakan Jembatan BKT Rorotan merupakan jalur alternatif timur–barat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Bekasi. Kondisi jalan utama di Bekasi yang tergenang banjir dan mengalami kerusakan membuat banyak pengendara beralih menggunakan jalur tersebut.

“Jembatan ini memiliki kapasitas terbatas, sementara volume kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta meningkat cukup signifikan, khususnya pada pagi hari,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, lonjakan kendaraan paling tinggi terjadi dari arah timur ke barat atau menuju Jakarta dan kawasan Rorotan. Kondisi tersebut menyebabkan lajur kendaraan saling berebut ruang sehingga memicu kemacetan.

Sebagai langkah penanganan, Sudinhub Jakarta Utara melakukan pemisahan lajur di atas jembatan dengan menggunakan barier sementara.

“Kami lakukan pemisahan lajur agar arus kendaraan lebih tertib. Saat ini masih menggunakan barier sementara, dan akan dievaluasi efektivitasnya. Jika efektif, tidak menutup kemungkinan diganti dengan barier beton,” jelasnya.

Selain itu, petugas lalu lintas juga diterjunkan pada jam padat, yakni pagi hari pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–18.00 WIB, dengan masing-masing dua personel.

Rudi menyebutkan, pada jam sibuk pagi hari volume kendaraan di jembatan tersebut bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal, meski belum dilakukan pencacahan lalu lintas secara resmi.

“Dari pemanfaatan kapasitas jalan, pada pagi hari satu jembatan terisi penuh oleh kendaraan,” ungkapnya.

Sudinhub Jakarta Utara juga berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membantu penertiban di lapangan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi menghambat arus lalu lintas. Selain itu, pihaknya tengah menelusuri kewajiban pengembang di kawasan tersebut sebagai bagian dari penanganan jangka panjang.

Sebagai penutup, Rudi mengimbau para pengguna jalan agar tetap tertib dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Jalur ini bersifat alternatif. Kami berharap pengguna jalan mengikuti pengaturan agar arus lalu lintas dapat berjalan lebih lancar,” pungkasnya. **(Nur)

LOWONGAN WARTAWAN

Popular News