Warga Pejaten Barat Minta Saluran Air Diperbaiki

Warga Pejaten Barat Minta Saluran Air Diperbaiki

Jakarta Selatan, WartaKarya - Warga RT 012 RW 03, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air segera membangun dan memperbaiki saluran air yang rusak parah dan sudah dimakan usia. Kerusakan saluran tersebut dinilai menyebabkan genangan air serta berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD).

Permintaan warga disampaikan dalam kegiatan rutin Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jum’at Bersih yang digelar di RT 012 RW 03, Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini dihadiri kader jumantik, Dawis, PKK, tenaga kesehatan Puskesmas, para RT dan RW, LMK, unsur Tiga Pilar, serta Lurah Pejaten Barat.

Koordinator Jumantik RW 03 melaporkan, hasil pemeriksaan jentik nyamuk di lingkungan RT 012 RW 03 pada pekan ini tidak ditemukan kasus DBD. Capaian tersebut didukung angka bebas jentik (ABJ) yang mencapai lebih dari 88 persen, berkat kekompakan dan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua RW 03 Kelurahan Pejaten Barat, Agus Bakhtiar, mengatakan kegiatan PSN Jum’at Bersih kali ini dipusatkan di RT 012 RW 03 yang meliputi wilayah RT 12, RT 13, dan RT 15 Balurahan. Menurutnya, sekitar 80 persen kondisi lingkungan RW 03 sudah cukup baik, sementara 20 persen lainnya masih perlu terus didorong agar sesuai dengan nilai lingkungan yang bersih, rapi, dan sehat.

“Warga RT 012 meminta dibangunnya saluran air karena kondisinya sudah banyak rusak dan kurang berfungsi, sehingga sering terjadi genangan. Panjang saluran yang diusulkan sekitar 300 meter dan berbatasan dengan RT 011,” ujar Agus.

Ia juga mengimbau warga untuk membiasakan PSN mandiri, terutama setiap hari Jumat dan setelah hujan, guna mencegah DBD dan penyakit lain yang ditularkan nyamuk. Kader lingkungan diharapkan menjadi motor penggerak agar PSN menjadi tradisi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Lurah Pejaten Barat Yudi Setia Prawira, S.Kom., M.AP., menyampaikan selain kegiatan PSN, pihak kelurahan juga merencanakan pemindahan kembali layanan BP3 dan Puskesmas Pembantu ke wilayah RW 01. Rencana tersebut bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada warga, mengingat RW 01 memiliki jumlah RT dan kepadatan penduduk yang lebih tinggi.

“Usulan ini masih menunggu koordinasi dan persetujuan pihak terkait di tingkat kota, dengan mempertimbangkan kebutuhan warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” kata Yudi.

Kepala Puskesmas Pembantu Kelurahan Pejaten Barat, dr. Ery, menyatakan pihaknya siap mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah wilayah demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga.

Petugas pemantau PSN Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat, Adhika, menambahkan jumlah kasus DBD di Kelurahan Pejaten Barat sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 31 kasus, menempati urutan ketiga setelah Kelurahan Cilandak Timur dan Pejaten Timur. Pada awal 2026, terjadi peningkatan kasus namun belum melebihi angka tahun sebelumnya.

“Kami terus mengintensifkan sosialisasi PSN mandiri, terutama di RW 01 dan RW 04 yang kasusnya paling banyak,” ujarnya. **(Hel)

 

LOWONGAN WARTAWAN

Popular News