Pejaten Timur Siaga Hadapi Banjir Kiriman Ciliwung

Pejaten Timur Siaga Hadapi Banjir Kiriman Ciliwung

Jakarta Selatan, WartaKarya - Cuaca yang tidak menentu dengan kondisi panas dan hujan silih berganti membuat warga Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, mulai bersiap menghadapi potensi banjir kiriman di musim hujan. Kawasan ini diketahui menjadi salah satu titik rawan banjir akibat luapan Kali Ciliwung, terutama dari wilayah Kabupaten Bogor.

Terdapat empat RW yang kerap terdampak banjir kiriman, yakni RW 05, RW 07, RW 08, dan RW 09. Lurah Pejaten Timur, Supriyanto, usai Apel Kesiapan Menghadapi Banjir kiriman Kali Ciliwung di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025), menegaskan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Supriyanto menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan arahan agar seluruh wilayah siap menghadapi potensi banjir dengan memperkuat kolaborasi lintas unsur, baik pemerintah, masyarakat, TNI maupun Polri.

“Menghadapi musim penghujan dibutuhkan sinergi dan pembaruan informasi. Jika di Kabupaten Bogor hujan deras selama 6–8 jam, maka aliran Ciliwung dapat berdampak ke Jakarta. Karena itu, kami bersama warga harus siap mengantisipasi agar tidak terjadi korban,” ujar Supriyanto.

Ia menekankan pentingnya peran RT, RW, LMK, serta warga dalam mencegah banjir lingkungan dengan menjaga kebersihan serta memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran air.

“Jakarta sebagai kota global harus belajar dari negara seperti Singapura dan Jepang yang sungainya bersih. Sampah yang menumpuk di bantaran kali harus ditangani dan dapat diolah menjadi kompos,” tambahnya.

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pembangunan dan perbaikan saluran air oleh Sudin SDA Jakarta Selatan, perbaikan jalan oleh Sudin Binamarga, hingga pembersihan lingkungan oleh PPSU. Warga juga dihimbau untuk rutin melakukan kerja bakti setiap akhir pekan.

Supriyanto menegaskan perlunya deteksi dini pada warga rentan, seperti lansia dan balita, terutama di empat RW rawan banjir tersebut.

“Setiap musim hujan kami melakukan monitoring ketat di RW 05, RW 07, RW 08, dan RW 09 untuk meminimalkan risiko bencana,” tandasnya. **(Hel)

LOWONGAN WARTAWAN

Popular News