Muktamar NU 35 Geser ke AHWA, Pleno Siang Bahas Tabulasi Calon Ketum

Muktamar NU 35 Geser ke AHWA, Pleno Siang Bahas Tabulasi Calon Ketum

Jombang, WartaKarya - Sidang lanjutan Pleno III dan IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Gedung Serbaguna Bahrul Ulum, Jombang, siang hingga jelang sore Minggu (30/8/2026) berjalan dinamis. Agenda utama pleno adalah pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dan tabulasi usulan nama dari PWNU, PCNU, PCINU.

Keputusan krusial diambil dini hari tadi (Pleno III). Melalui voting tertutup, muktamirin resmi menghapus sistem one man one vote. Dari 552 suara sah, 401 suara memilih mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi / AHWA, mengungguli 150 suara yang ingin mempertahankan sistem lama.

“Hasil voting menunjukkan 401 peserta sepakat mengubah mekanisme pemilihan ketua umum” ungkap Sekretaris Steering Committee Muktamar, Prof Mohammad Nuh.

Mekanisme Baru

Dengan AHWA, setiap PWNU, PCNU, PCINU berhak mengusulkan maksimal 5 nama bakal calon Ketum. Nama-nama itu kemudian ditabulasi dan diambil 5 dengan dukungan terbanyak. Lima nama final harus mendapat persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih sebelum disidangkan AHWA.

Lima bakal calon yang sebelumnya menyatakan setuju AHWA adalah Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib, KH Abdul Hakim Mahfudz, Abdul Ghaffar Rozin, dan Muhammad Yusuf Chudlori.

Pleno siang tadi difokuskan untuk menabulasi hasil usulan dari wilayah dan cabang. Penasihat Panitia, Muhammad Romahurmuziy menjelaskan, 9 nama calon AHWA akan disetorkan muktamirin dan 9 teratas akan disahkan sebagai AHWA.

Suasana Lokasi

Di luar gedung, posko Muhammadiyah Jombang di Mojokrapak masih melayani peserta dengan bakso dan layanan kesehatan gratis. Pengamanan diperketat menyusul kehadiran Presiden Prabowo saat pembukaan Kamis lalu.

Muktamar akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan agenda puncak penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU baru. **(Agus F)