- by Redaksi 2
- 06 Juli 2026
Brebes Tanam 2.045 Mangrove Cegah Abrasi
Brebes, WartaKarya - Upaya pemulihan kawasan pesisir dan pengendalian abrasi di Kabupaten Brebes terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditandai dengan penanaman mangrove bersama Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, di pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Brebes ASRI diawali dengan apel bersama, kemudian dilanjutkan penanaman 2.045 bibit mangrove di sepanjang garis pantai Randusanga Kulon. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Brebes Wurja, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, komunitas lingkungan, pelajar, serta masyarakat pesisir.
Wakil Bupati Brebes Wurja mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
"Hari ini kita menanam 2.045 bibit mangrove. Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat berarti karena dilaksanakan di salah satu wilayah yang saat ini menghadapi tekanan cukup berat akibat abrasi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat panjang garis pantai wilayahnya mencapai sekitar 63,63 kilometer. Kawasan pesisir Brebes, khususnya Randusanga Kulon, menjadi salah satu daerah yang mengalami abrasi cukup serius dengan luas mencapai sekitar 1.068 hektare, sedangkan sedimentasi mencapai sekitar 258 hektare. Di kawasan Kaliwlingi, abrasi tercatat sekitar 1.200 hektare dengan akresi mencapai 480 hektare.
Selain itu, kawasan Muara Pemali Brebes merupakan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) mangrove seluas kurang lebih 3.050 hektare yang memiliki fungsi strategis sebagai pelindung pantai, penahan abrasi, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Pemkab Brebes juga terus mendorong rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan. Hingga kini, penanaman mangrove di Brebes telah mencapai sekitar 578 hektare atau lebih dari 5,6 juta batang melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan penanaman mangrove bukan hanya upaya menjaga pesisir, tetapi juga bagian dari gerakan global menghadapi perubahan iklim.
"Kita bersatu di tempat ini dalam rangka memuliakan bumi. Dunia saat ini menghadapi ancaman pemanasan global akibat meningkatnya emisi. Karena itu, kita harus bersama-sama mengurangi dan menyerap emisi melalui penghijauan, termasuk rehabilitasi mangrove," katanya.
Menurut Jumhur, dari sekitar 4,3 juta hektare kawasan mangrove di Indonesia, hampir 800 ribu hektare mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah bergotong royong melakukan penghijauan.
Selain persoalan abrasi, Menteri Jumhur juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya pengawasan terhadap tempat pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang berpotensi memicu kebakaran akibat gas metana, terutama menjelang musim kemarau.
Ia menilai penanaman mangrove menjadi langkah nyata dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir. Upaya tersebut perlu didukung dengan konservasi air tanah, pembangunan biopori, serta penanaman pohon di kawasan perkotaan.
Melalui Gerakan Brebes ASRI, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat guna mengurangi abrasi, menekan dampak banjir rob, serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove bagi generasi mendatang. **(Ryan)
