- by Redaksi 2
- 15 Januari 2026
Duren Seribu Gelar Pra Musrenbang Per RW
Depok, WartaKarya - Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, menerapkan pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) di setiap RW. Kegiatan ini digelar secara bertahap sejak 9 hingga 16 Januari 2026.
Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, mengatakan Pra Musrenbang dilakukan di 11 RW guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari tingkat paling bawah atau akar rumput (grassroot).
“Pra Musrenbang sekarang dilaksanakan di RW 02. Tujuannya agar lebih aspiratif, demokratis, dan transparan, sehingga usulan yang muncul benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat hasil diskusi yang hidup di tingkat bawah,” ujar Ahmad Sabani di sela kegiatan Pra Musrenbang RW 02, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, setiap RW mendapatkan alokasi anggaran Musrenbang sebesar Rp300 juta dari Pemerintah Kota Depok. Dengan skema Pra Musrenbang, perencanaan pembangunan dinilai lebih terbuka dan partisipatif.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, alim ulama, hingga pemuda dan aktivis yang bergerak bersama untuk pembangunan Kelurahan Duren Seribu agar lebih baik,” katanya.
Menurutnya, alokasi anggaran Rp300 juta per RW bersifat mandatory dan berbasis bottom-up. Dengan demikian, pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga serta pengawasan lebih mudah dilakukan karena berada di tingkat RW.
Selain lebih transparan, mekanisme ini juga dinilai lebih efektif karena mampu mengakomodasi usulan berskala kecil. Usulan yang belum terakomodasi dapat diarahkan melalui kanal lain, seperti kanal X4 untuk usulan dinas dan pokok pikiran (pokir), serta kanal X6 untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Artinya masyarakat benar-benar memiliki banyak pilihan kanal untuk mengusulkan kegiatan pembangunan,” jelasnya.
Ahmad Sabani pun mengingatkan agar penggunaan anggaran Rp300 juta per RW tetap mengedepankan skala prioritas. Meski jumlah RT dalam setiap RW berbeda, pembangunan diharapkan lebih realistis dan sesuai kebutuhan riil masyarakat. **(Dib)
