PSN Cipedak, Empat Rumah Ditemukan Positif Jentik

PSN Cipedak, Empat Rumah Ditemukan Positif Jentik

Jakarta Selatan, WartaKarya - Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program Jumat Bersih di RT 02 RW 02, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menemukan jentik nyamuk di empat dari 100 rumah yang diperiksa.

Kegiatan rutin tersebut melibatkan kader juru pemantau jentik (jumantik), kader Dasa Wisma (Dawis), PKK, pengurus RT dan RW, serta petugas Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Ketua RW 02 Kelurahan Cipedak, Baktiar, mengatakan pemeriksaan jentik dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus menekan potensi penyebaran DBD.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 100 rumah, ditemukan empat rumah yang terindikasi ada jentik. Sedangkan 97 persen sisanya dinyatakan bersih atau bebas jentik,” ujar Baktiar.

Ia menambahkan, hingga pemeriksaan tersebut dilakukan belum ditemukan laporan kasus DBD di wilayahnya. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama menghadapi kondisi musim kemarau.

Baktiar juga mengimbau pengurus RT dan kader untuk terus memantau keluhan masyarakat agar dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Cipedak, Urip Mulyono, mengapresiasi pelaksanaan PSN Jumat Bersih di RT 02 RW 02. Menurutnya, laporan tertulis mengenai hasil pemeriksaan jentik yang dibuat secara rutin membantu pihak kelurahan mengetahui perkembangan kondisi lingkungan.

“Baru pertama kalinya saya menemukan RT yang memberikan laporan secara tertulis sehingga kita tahu perkembangannya setiap minggu. Seperti minggu lalu sebesar 96 persen dan sekarang meningkat menjadi 97 persen,” kata Urip.

Urip berharap kader terus memperhatikan arahan pengurus wilayah sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi dan menampung keluhan masyarakat.

“Untuk saat ini belum ada laporan kasus DBD minggu ini,” ujarnya.

Selain pencegahan DBD, Urip mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Perhatian tidak hanya diberikan terhadap keamanan listrik di rumah, tetapi juga kondisi lahan kosong dan kebun di lingkungan permukiman.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap penggunaan api karena sangat rawan dan cepat bereaksi,” katanya.

Urip juga menyebutkan pemilahan sampah di lingkungan masyarakat mulai menunjukkan perkembangan. Ia mendorong warga memisahkan sampah makanan dengan bahan seperti plastik dan mengoptimalkan pengolahan melalui komposting maupun biopori.

Sementara itu, petugas pelayanan kesehatan Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Yeyet, mengatakan kondisi kasus DBD di wilayah tersebut masih aman. Menurutnya, kader jumantik tetap melakukan pemantauan secara rutin sebagai langkah kewaspadaan.

“Kasus DBD alhamdulillah dalam kondisi aman. Ibu-ibu jumantik tetap bersiaga dengan melakukan rutinitas memantau jentik kemudian melaporkan hasilnya,” ujar Yeyet.

Ia meminta para kader turut menampung dan menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada pihak terkait. Menurutnya, kader dapat membantu memberikan informasi awal mengenai layanan kesehatan maupun administrasi yang dibutuhkan warga.

Yeyet juga mengingatkan kader dan pengurus RT agar memberikan informasi yang tepat terkait pengurusan surat kematian. Untuk warga yang meninggal lebih dari satu tahun, pengurusan surat kematian dilakukan melalui kelurahan dengan dokumen PM1 sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PSBM sekaligus Ketua PSM Kelurahan Cipedak, Mardiyah, menyampaikan hasil pengumpulan coin peduli dari kegiatan PSN Jumat Bersih. Dari RT 06 RW 03 terkumpul dana sebesar Rp560.500.

“Dana coin peduli ini akan digunakan untuk membantu bedah rumah warga yang sudah tidak layak huni serta membantu kader yang sakit. Mudah-mudahan uang coin ini bermanfaat bagi yang membutuhkan pertolongan,” kata Mardiyah. **(Hel)

Popular News