- by Redaksi 2
- 22 Agustus 2026
Balai Warga Ciganjur Semarakkan HUT Kemerdekaan
Jakarta Selatan, WartaKarya - Dalam suasana semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Prakarsa Warga se-Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan malam Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Warga, Jalan Warung Sila, RW 05, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanudin Ibrahim dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Acara dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, antara lain tari Topeng Betawi serta kesenian dan tarian Jawa.
Peserta Prakarsa Warga dari lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua RW 05 Kasingun Karyntono, unsur tiga pilar, Karang Taruna, FKDM, LMK, para lurah, Camat Jagakarsa M. Soleh, Kasudin Kesbangpol Jakarta Selatan, Badan Kesbangpol DKI Jakarta Abdul Cholid, Kabag Pemerintahan DKI Jakarta, serta Ketua Prakarsa Balai Warga DKI Jakarta Laude.
Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan juga diisi dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanudin Ibrahim sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua Prakarsa Balai Warga DKI Jakarta, Laude, mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, mempersembahkan Balai Warga secara fisik sebagai bentuk laporan nyata atas realisasi janji kampanye Pramono Anung dan Rano Karno melalui Prakarsa Warga. Kedua, menjadi momentum untuk menggali hikmah 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Menurut Laude, Balai Warga yang dihadirkan secara gratis di wilayah marjinal tersebut difungsikan sebagai wadah berkumpul, kegiatan sosial, olahraga, hingga seni dan budaya.
"Balai Warga ini menjadi wadah berkumpul, tempat kegiatan sosial, hingga pusat olahraga dan seni. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak perlu lagi menutup jalan untuk menggelar berbagai kegiatan atau hajatan," ujar Laude.
Ia mengatakan konsep Balai Warga juga mulai dikembangkan di wilayah lain. Salah satunya ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Balai Warga di Jakarta Timur oleh Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Melalui momentum peringatan kemerdekaan, Laude berharap seluruh elemen penyelenggara negara, aparat pemerintah, hingga dewan pengawas dapat memaksimalkan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan keadilan sosial serta kesejahteraan masyarakat Jakarta.
"Semangat ini sekaligus mendukung program Mas Pram dan Bang Doel untuk memajukan Jakarta," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanudin Ibrahim mengapresiasi keberadaan Balai Warga yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.
Firmanudin juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya selama 28 tahun di Jakarta Barat hingga kemudian mendapat amanah bertugas di Jakarta Selatan.
Menurutnya, keberadaan Balai Warga tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tempat mengaji, tetapi juga untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti pernikahan, pertemuan warga, olahraga, dan kegiatan sosial lainnya.
"Keberadaan Balai Warga ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya sebagai tempat mengaji, tetapi juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat seperti pernikahan dan pertemuan warga, khususnya di daerah padat penduduk," ujar Firmanudin.
Ia berharap fasilitas serupa dapat terus dibangun hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di seluruh wilayah Jakarta. Firmanudin juga mengimbau agar aset-aset daerah yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat dan menjadi percontohan pembangunan fasilitas serupa.
Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Ciganjur Kasingun Karyntono menyampaikan terima kasih kepada Ketua Prakarsa Balai Warga DKI Jakarta serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno atas hadirnya Balai Warga di RT 02/RW 05, Jalan Warung Sila.
"Keberadaan Balai Warga di RT 02 RW 05 Kelurahan Ciganjur, Jalan Warung Sila, ini sangat membantu masyarakat, tidak hanya warga setempat, tetapi juga masyarakat se-Kecamatan Jagakarsa," kata Kasingun.
Menurut Kasingun, Balai Warga hampir setiap hari dan malam digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pencak silat, olahraga, tari-tarian, rapat, musyawarah kader, serta kegiatan RT dan RW.
Meski sangat bermanfaat, Kasingun berharap kejelasan pengelolaan, standar operasional prosedur (SOP), serta surat keputusan (SK) resmi dari pemerintah dapat segera diterbitkan.
"Kami berharap kejelasan pengelolaan, SOP maupun SK resmi dari pemerintah bisa segera diturunkan karena sampai saat ini payung hukumnya belum ada. Kami selaku pengurus RW terus merawat, mengawasi, dan memantau kebersihan di sekitarnya agar Balai Warga ini tetap bersih, nyaman, dan menjadi contoh yang baik bagi seluruh warga," tandasnya. **(Hel)
