- by Redaksi 2
- 03 Agustus 2026
Ragunan Pertahankan ABJ 98,72 Persen Lewat PSN dan Pilah Sampah
Jakarta Selatan, WartaKarya - Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jumat Bersih yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan.
Kegiatan yang dipusatkan di RT 005 RW 07 pada Jumat (31/7/2026) itu melibatkan kader Jumantik, PKK, Dasa Wisma, petugas Puskesmas, pengurus RT/RW, serta aparatur kelurahan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dan pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Koordinator Jumantik Kelurahan Ragunan, Kokom, mengatakan hasil pemeriksaan jentik nyamuk di RW 07 menunjukkan kondisi yang masih sangat baik.
"Dari 804 rumah yang diperiksa, ditemukan 15 rumah positif jentik dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 98,13 persen," ujarnya.
Secara keseluruhan di Kelurahan Ragunan, sebanyak 9.255 bangunan telah diperiksa. Dari jumlah tersebut terdapat 118 bangunan positif jentik, sehingga ABJ Kelurahan Ragunan mencapai 98,72 persen, jauh di atas standar minimal nasional sebesar 95 persen.
Meski demikian, Kokom mengingatkan masyarakat agar tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemeriksaan jentik secara rutin di rumah masing-masing.
Ketua RW 07, Suardi, mengapresiasi kerja keras para kader Jumantik yang dinilai menjadi ujung tombak pencegahan DBD di lingkungan.
"Kami berharap kegiatan PSN ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata. Peran kader Jumantik, PKK, Dasa Wisma, RT dan RW sangat penting dalam mengingatkan warga agar rutin memeriksa jentik dan menjaga kebersihan lingkungan," katanya.
Ia juga berharap wilayah RW 07 maupun seluruh Kelurahan Ragunan tetap mampu mempertahankan angka kasus DBD yang rendah.
Sementara itu, Lurah Ragunan Sulastriyani menjelaskan selama hampir dua bulan terakhir tidak ditemukan kasus DBD yang berasal dari wilayah Ragunan. Pekan ini memang terdapat satu pasien yang diduga DBD, namun hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) menunjukkan kasus tersebut bukan berasal dari penularan di Kelurahan Ragunan.
"Ini merupakan hasil kerja keras seluruh kader Jumantik bersama masyarakat. Karena itu kegiatan PSN harus terus dipertahankan," ujarnya.
Selain PSN, pihaknya juga terus mendorong penerapan pemilahan sampah dari rumah tangga sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Menurut Sulastriyani, saat ini sekitar 23 persen warga RW 07 telah menerapkan pemilahan sampah sekaligus memanfaatkan biopori jumbo di lingkungan rumah.
Ia berharap kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, serta membawa wadah minum sendiri dapat menjadi budaya masyarakat.
Usai kegiatan PSN, rombongan juga meninjau Taman Hatinya PKK RW 07 yang menampilkan hasil panen sayuran, lumbung pangan, serta berbagai tanaman produktif hasil budidaya warga.
Sulastriyani mengatakan kawasan tersebut masih akan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar lokasi sebagai bagian dari program ketahanan pangan masyarakat.
"Kami berharap seluruh masyarakat RW 07 terus bersinergi menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus mengurangi sampah dari sumbernya," katanya.
Terkait usulan normalisasi Kali Sarua, Sulastriyani menjelaskan bahwa usulan tersebut telah masuk dalam Musrenbang 2026 dan saat ini menunggu proses perencanaan teknis oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Lingkungan Hidup (LH).
Kasie Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Pasar Minggu, Mochamad Aris, menilai normalisasi sungai sangat penting untuk memperlancar aliran air dari hulu ke hilir sehingga dapat mengurangi potensi banjir.
"Kami mendukung penuh program normalisasi sungai. Di sisi lain masyarakat juga harus menjaga saluran air agar tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Sementara itu, petugas Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, dr. Ratna, meminta kader Jumantik terus mempertahankan capaian ABJ di atas 95 persen melalui pemeriksaan rumah ke rumah disertai edukasi kepada warga.
Ia menegaskan fogging bukan merupakan langkah utama pencegahan DBD.
"Kalau banyak nyamuk, solusinya bukan langsung fogging. Yang paling efektif adalah membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk secara rutin," katanya.
Dr. Ratna juga menginformasikan Puskesmas Pasar Minggu tengah bekerja sama dalam penelitian vaksin DBD bagi anak usia 2–17 tahun yang memenuhi persyaratan kesehatan, sebagai salah satu upaya menekan risiko penyakit DBD di masyarakat.
Selain itu, selama Agustus mendatang Puskesmas juga akan melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di seluruh sekolah yang menjadi wilayah kerjanya. **(Hel)
