- by Redaksi 2
- 06 Juli 2026
Srengseng Sawah Gencarkan Sosialisasi Pilah Sampah
Jakarta Selatan, WartaKarya - Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat menjelang pemberlakuan kebijakan pengurangan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026 sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, mengatakan sosialisasi telah dilakukan kepada pengurus RT, RW, serta masyarakat melalui berbagai forum pertemuan. Program tersebut bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar mulai mengelola sampah sejak dari sumbernya.
"Selama ini pola pikir masyarakat masih menganggap sampah selesai setelah dibuang dan membayar iuran. Melalui sosialisasi ini kami ingin mengubah pola pikir tersebut agar warga terbiasa memilah dan mengolah sampah secara mandiri," ujarnya.
Menurut Sunardi, sejumlah wilayah di Kelurahan Srengseng Sawah telah membangun biopori berukuran besar (biopori jumbo) untuk mengolah sampah organik. Selain itu, pembangunan lubang biopori dan Tempat Ekologis Bersama (Teba) Modern juga telah dilakukan di SMPN 74 serta Yayasan Perguruan Rakyat (YPR).
Ia berharap hingga akhir 2026 masyarakat sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sehingga pada 2027 sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya berupa sampah residu.
Sunardi menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan konsistensi seluruh pihak, termasuk dukungan media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah.
Meski demikian, ia mengakui sarana pendukung seperti tong sampah organik dan anorganik dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta hingga kini belum tersedia, sehingga pihaknya mengharapkan partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam menyediakan fasilitas tersebut. **(Hel)
